THE REGIONALISM
IN LATIN AMERICA
AND THE ROLE OF
THE USA
By
Philippe De
Lombaerde and Luis Jorge Garay
Di dalam
artikel ini menceritakan tentang regionalisme di Amerika Latin dan peran dari
United State of America (USA) atau yang biasa disebut sebagai negara Amerika.
Pada permulaan abad ke-21, regional amerika latin menemukan dirinya di dalam
sebuat posisi kritis dalam pergerakan yang dari sana terdapat kesulitan-kesulitan dalam
memprediksi atau melihat masa depan mereka. Perbedaan kejadian mungkin akan
terlihat, beberapa negosiasi atau perundingan di level yang berbeda dan terkait
tumpang tindih yang sedang terjadi. Perubahan komposisi dari kekuatan koalisi
dan lemahnya kesepaham sosial di dalam perbedaan kontribusi negara menjadi
tidak pasti.
Di dalam artikel ini menggambarkan kekuatan
eksternal seperti politik Amerika, Uni Eropa, atau dinamika negosiasi di dalam
multilateral level atau banyak negara yang membuat suatu kesepakan dalam suatu
hal, juga memaikan sebuah peran yang penting. Itu mungkin, bagaimanapun, yang
ada di dalam Amerika Latin, serta di seluruh dunia. Macro-regional[1] akan meningkatkan
kepentingan sebagai sebuah level pemerintahan dan pengelolaannya. Pengalaman di
dalam perbedaan bagian-bagian dari dunia yang mengindikasikan bahwa regionalisme
tidak hanya memiliki keuntungan tapi juga sedang menguntungkan kepentingan.
Tapi itu juga membutuhkan karakteristik baru. Di dalam artikel ini merujukan
sebagai regionalisme baru.
Tidak perlu
lagi mengatakan tentang sifat “baru” merujuk pada sebuah dimensi
temporal atau baru. Bahwa regional baru
(“New” Regional) yaitu berbeda dengan regionalisme
lama karena pandangan tentang dirinya sendiri berbeda periode waktu dengan
regionalisme lama. Secara umum ini bisa diterima bahwa regionalisme baru ini dibutuhkan
pada tahun 1980an dan mengambil implus atau rangsangan yang luar biasa. Dengan
berubahnya Eropa Timur dan selesainya perang dingin. Dengan logika ini,
regional baru merujuk sebagai gelombang “baru” (“new” wave) tentang
regional, sebuah generasi “baru” (“new” regional) dari sebuah kesepakan
regional baru. Dan lain-lainya, bagaimanapun, menurut Hettne (1999,8-9),
pengidentifikasi dari sebuah struktur dari regionalisasi merupakan lebih
relevan daripada pengindetifikasian dari sebuah zaman dari regionalisasi (Phillipe De Lombaerde and Luis Jorge Garay, 2011).
Bibliography
Phillipe De Lombaerde
and Luis Jorge Garay. (2011). THE REGIONALISM IN LATIN AMERICA AND THE ROLE
OF USA. Los Angles: University of Los Angles Press.
[1]
Makro-regional level merujuk agar membedakannya dari mikro-regional level, di
dalam tulisan ini makro-regional dan regional dianggap sinonim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar