Kediktatoran Pihak Gereja Dalam Abad Pertengahan
Melahirkan Paham Sekuler
By MUHAMMAD AFRIZAL
Abstrak
Pemikiran manusia pada Abad
Pertengahan ini mendapat doktrinasi dari gereja. Midlle Age merupakan zaman
dimana Eropa sedang mengalami masa suram. Berbagai kreativitas sangat diatur
oleh gereja. Dominasai gereja sangat kuat dalam berbagai aspek kehidupan. Dan
segala perkembangan pengetahuan sangat dibatasi, dan apabila ada ilmuwan yang
berani menentang keputusan gereja maka akan mendapatkan balasan yang kejam. Dan
berlangsungnya kejadian ini dengan kurun waktu yang lama memunculkan fobia pada
agama, dan orang-orang di Eropa berusaha untuk memisahkan atau bahkan membuang
agama dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
Key words : Abad Pertengahan, kekuasaan gereja, perkembangan
ilmu, Abad Kebangkitan.
A.
Abad pertengahan
Sejarah abad kegelapan Abad
pertengahan adalah periode sejarah yang terjadi di daratan Eropa yang ditandai
sejak bersatunya kembali daerah bekas kekuasaan Kekaisaran Romawi Barat pada abad
ke-5 hingga munculnya monarkhi-monakhi nasional. Dimulainya penjelajahan
samudera, kebangkitan humanisme, serta reformasi Protestan dengan dimulainya
pemisahan agama dan pengetahuan pada zaman renaisance pada tahun 1517. Abad pertengahan diwarnai
dengan kesan-kesan yang tidak baik. Hal ini mungkin disebabkan oleh banyaknya
kalangan yang memberikan kritikan kepada abad pertengahan sebagai periode buram
sejarah Eropa mengingat dominasi kekuatan agama yang begitu besar sehingga
menghambat perkembangan ilmu pengetahuan, prinsip-prinsip moralitas yang agung
membuat kekuasaan agama menjadi begitu luas dan besar di segala bidang.
B.
Kekuasaan Gereja pada abad pertengahan
Abad pertengahan merupakan abad
kebangkitan religi di Eropa. Pada masa ini agama berkembang dan mempengaruhi
hampir seluruh kegiatan manusia, termasuk pemerintahan. Sebagai konsekuensinya,
sains yang telah berkembang di zaman klasik dipinggirkan dan dianggap sebagai
ilmu sihir yang mengalihkan perhatian manusia dari pemikiran ketuhanan.
Eropa dilanda Zaman Kegelapan
sebelum tiba Zaman Pembaharuan. Yang dimaksud Zaman Kelam atau Zaman Kegelapan
ialah zaman masyarakat Eropa menghadapi kemunduran intelektual dan kemunduran
ilmu, juga dianggap sebagai tidak adanya prospek yang jelas bagi masyarakat
Eropa. Keadaan ini merupakan wujud kekuasaan agama, yaitu gereja Kristiani yang
sangat berpengaruh. Gereja serta para pendeta mengawasi pemikiran masyarakat
serta juga politik. Mereka berpendapat hanya gereja saja yang pantas untuk
menentukan kehidupan, pemikiran, politik dan ilmu pengetahuan. Keyakinan Kristiani yang
mendominasi di masa Abad Pertengahan ini, menjadikannya tidak boleh atau tidak
mudah untuk dapat dikritiki, sekaligus membuat kedudukan mereka yang berada
dalam struktur otoritas agamanya menjadi tinggi dan tak dapat disalahkan. Dan
karenanya ini juga membuat mereka makmur secara ekonomi juga sebagai pemegang
mandat negara dengan mandat Otokrasi dan Teokrasi Kristiani. Di saat Zaman ini,
segala keputusan pemerintah dan hukum negara tidak diambil berdasarkan
demokrasi di parlemen seperti ketika zaman Kekaisaran Romawi. Keputusan
tersebut diambil oleh majelis dewan Gereja.
C.
Perkembangan Ilmu pada abad Pertengahan
Pada zaman ini pula kaum
cendekiawan yang terdiri daripada ahli-ahli sains merasa mereka ditekan dan
dikawal ketat oleh gereja dalam mengemukakan pendapat diruang publik. Pemikiran
mereka pun ditolak dan timbul ancaman dari gereja, yaitu siapapun yang
mengeluarkan teori yang bertentangan dengan pandangan gereja akan ditangkap dan
didera, malah ada yang dibunuh. segala keputusan pemerintah dan hukum negara tidak diambil berdasarkan
demokrasi di parlemen seperti ketika zaman kekasiaran Roma. Keputusan tersebut
diambil oleh majelis dewan Gereja. Tidak setiap individu berhak berpendapat,
karena pada zaman itu yang berhak mengeluarkan pendapat-keputusan adalah para
ahli agama. Bahkan segala sesuatu yang bertentangan dengan penafsiran dewan
gereja merupakan pelanggaran hukum berat. Akibatnya setiap inovasi yang berasal
dari kaum ilmuan selalu digagalkan oleh dewan gereja. Ya itu tadi pokoknya bila
dewan gereja tidak paham dan tidak memiliki dasar argumen yang kuat di dalam
injil maka inovasi tersebut merupakan perkara pelanggaran agama berat. Salah
satu yang menjadi korbannya adalah Nicholas Coppernicus yang berakhir tragis
akibat teorinya yang mengatakan akibat terlalu banyak intervensi dewan Gereja
pada sendi-sendi kehidupan, termasuk juga pelarangan terhadap temuan maupun
inovasi baru yang tidak ada pada injil maka akhirnya terjadi stagnasi ilmu
pengetahuan.
D.
Renaissanse
Renaissanse adalah abad dimana kesempatan untuk
melepaskan dogma agama (dalam hal ini Kristen) dari kehidupan dan juga dalam
proses keilmuan. Pada abad pertengahan itu manusia dianggap kurang dihargai
sebagai manusia. Dan pada masa sebelumnya kebenaran diukur berdasarkan ukuran
dari gereja (kristen), bukan menurut ukuran yang dibuat oleh manusia. Dan pada
zaman ini juga muncul paham sekuler, yang mana ajaran ini mengajarkan
memisahkan dogma agama yang mengikat dan menggunakan kekuasaan yang mengatas
namakan agama untuk kepentingan pribadi atau golongan petinggi gereja saja. Dan
membebaskan fikiran untuk berfikir sebebas-bebasnya tanpa rasa takut lagi penemuannya atau inovasinya
terhalang oleh ayat-ayat Tuhan. Dan benar saja semenjak meninggalkan dogma-dogma yang mengikat itu banyak
perkembangan pengetahuan yang pesat dan munculnya ilmuwan-ilmuwan seperti :
Melahirkan tokoh-tokoh pemikir seperti Leonardo de Vinci yang terkenal sebagi
pelukis, pemusik dan ahli falsafah serta jurutera. Michelangelo merupakan tokoh
seni, arkitek, jurutera, penyair dan ahli anotomi. Melahirkan ahli-ahli sains
terkenal seperti Copernicus danGalileo. Melahirkan ahli matematika seperti
Tartaglia dan Cardan yang berusahamenghuraikan persamaan ganda tiga. Tartaglia
orang pertama yang menggunakan konsepmatematika dalam ketenteraan yaitu
mengukur tembakan peluru mariam. Cardan terlibatdalam penghasilan ilmu algebra.
Dan ini semua adalah hasil dari kebobrokan petinggi gereja yang membuat
masyarakat eropa memiliki trauma tersendiri dengan agama.
Referensi
:
Jujun
S. Suryasumantri. 2010. Filsafat Sebuah Pengantar Populer. Jakarta:Pustaka Sinar
Harapan. hlm. 261
Drs.
Surajiyo. 2013. Filsafat Ilmu. Jakarta: PT Bumi Aksara
Tafsir,
Ahmad. 2007.Filsafat Umum. Bandung:Remala Rosdakarya
Higgin,
Graham. 2004.Sejarah Filsafat Ilmu. Jogjakarta:Bentang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar