ISLAM
DAN POLITIK
By
Muhammad Afrizal
Pada
zaman Rasulullah Islam merupakan suatu ajaran agama yang baru, yaitu yang
mengajarkan untuk menyembah hanya kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Pada masa
itu penduduk Makkah menyembah berhala dan melakukan suatu hal yang bodoh. Islam
datang untuk merubah itu semua, dan membuat semua hal menjadi lebih baik.
Rasulullah SAW. dan kaum mukminin pada saat itu membangun sebuah peradaban
serta sistem yang menjadi panutan. Yaitu, ketika Rasulullah telah hijrah ke
Madinah membuat suatu sistem hidup bersama dengan Madina’s Charter
sebagai dasar untuk hidup rukun. Jika dilihat dari segi praktis dan diukur
dengan perkembangan zaman ini, sistem tersebut merupakan sebuah sistem politik.
Di saat yang bersamaan itu juga merupakan sebuah sistem religius, jika dilihat
dari tujuannya, motifnya serta fundamental dari sistem yang dijadikan dasar
untuk mengatur bagaimana masyarakat itu berkehidupan.
Dari
penjelasan di atas kita bisa menyimpulkan, bahwa suatu sistem dapat menyandang
dua karakter sekaligus karena hakikat Islam yang sempurna merangkum
urusan-urusan materi dan rohani serta mengurus tentang tingkah laku manusia
dalam kehidupannya di dunia dan di akhirat.
Bahkan, didalamnya tidak ada pemisahan atau dikotomi antara kehidupan di
dunia dan kehidupan di akhirat nanti.
Dan, kedua hal tersebut menyatu dalam satuan yang tunggal secara solid, saling
beriringan dan tidak mungkin terpisahkan. Fakta tentang sifat islam ini sangat
jelas, sehingga tidak membutuhkan banyak kerja keras untuk menunjukan
bukti-bukti. Hal itu telah didukung oleh fakta sejarah yang telah terjadi.
Namun, meskipun demikian ada beberapa dari kalangan kaum muslimin itu sendiri
yang mengklaim bahwa mereka merupakan pembaru dengan terang-terangan
mengingkari fakta ini. Mereka mengklaim bahwa Islam hanya mengatur tentang
hubungan manusia dengan Tuhannya (hanya agama).
Dan, mereka berpendapat bahwa “Islam merupakan suatu hal dan politik
adalah hal lainnya”.
Untuk
melawan pendapat mereka, kita tidak bisa hanya memberikan pendapat dari
ulama-ulama Islam sendiri karena mereka tidak akan mempercayainya. Oleh karena
itu kita harus mengutip pendapat-pendapat orientalis mengenai masalah ini. Hal
ini dilakukan karena para pembaru tidak dapat mengklaim bahwa mereka lebih
modern daripada para orientalis tersebut, juga tidak dapat mengklaim bahwa
mereka lebih mampu dalam menggunakan metode-metode riset modern serta
penggunaan metode-metode ilmiah. Di antara pendapat-pendapat orientalis itu
adalah sebagai berikut :
1.
Dr. V. Fitzgerald berkata : “ Islam bukan agama
semata namun juga merupakan sebuah sistem politik. Meskipun pada dekade-dekade
akhir ada beberapa kalangan dari umat Islam sendiri yang mengklaim sebagai
kalangan modernis yang berusaha memisahkan sisi agama dan sisi dunia. Namun,
seluruh gugusan pemikiran Islam dibangun atas dasar kedua sisi tersebut saling
bergandengan dengan selaras dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
2.
Prof. C. A. Nallino berkata : “ Muhammad (SAW) telah
membangun dalam waktu bersamaan agama dan negara. Batas-batas territorial
negara yang dibangun terus menerus hingga akhir hayatnya.”
3.
Dr. Schacht berkata : “ Islam lebih dari sekedar
agama, Islam juga mencerminkan teori-teori perundang-undangan dan politik.
Dalam ungkaapan yang lebih sederhana, ia juga merupakan sebuah peradaban yang
lengkap mencakup agama dan negara yang bersamaan.”
4.
Prof. R. Strothmann berkata : “ Islam adalah suatu
fenomena agama dan politik karena pembangunannya adalah seorang nabi, yang juga
seorang politikus yang bijaksana atau seorang negarawan.”
5.
Prof. D. B.
McDonald berkata : “ Di sini (Madinah) dibangun negara Islam yang pertama dan
diletakan prinsip-prinsip utama undang-undang Islam”
Dari
pendapat-pendapat para orientalis di atas bahwa jelas Islam merupakan suatu
gaya hidup yang sempurna, yang mengatur antara agama dan negara. Serta, jelas
di sini bahwa pendapat-pendapat dari beberapa kalangan Islam yang mengklaim
bahwa Islam hanya mengatur tentang agama saja salah besar. Hal ini juga
pelajaran bagi kita semua untuk kembali melihat sejarah awal mulanya muncul
Islam. Dengan begitu kita bisa mengetahui secara jelas bahwa Islam merupakan
satu kesatuan yang mengatur antara kehidupan duniawi dan akhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar