Rabu, 26 Oktober 2016

ISLAM DAN POLITIK


ISLAM DAN POLITIK
By Muhammad Afrizal

Pada zaman Rasulullah Islam merupakan suatu ajaran agama yang baru, yaitu yang mengajarkan untuk menyembah hanya kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Pada masa itu penduduk Makkah menyembah berhala dan melakukan suatu hal yang bodoh. Islam datang untuk merubah itu semua, dan membuat semua hal menjadi lebih baik. Rasulullah SAW. dan kaum mukminin pada saat itu membangun sebuah peradaban serta sistem yang menjadi panutan. Yaitu, ketika Rasulullah telah hijrah ke Madinah membuat suatu sistem hidup bersama dengan Madina’s Charter sebagai dasar untuk hidup rukun. Jika dilihat dari segi praktis dan diukur dengan perkembangan zaman ini, sistem tersebut merupakan sebuah sistem politik. Di saat yang bersamaan itu juga merupakan sebuah sistem religius, jika dilihat dari tujuannya, motifnya serta fundamental dari sistem yang dijadikan dasar untuk mengatur bagaimana masyarakat itu berkehidupan.
Dari penjelasan di atas kita bisa menyimpulkan, bahwa suatu sistem dapat menyandang dua karakter sekaligus karena hakikat Islam yang sempurna merangkum urusan-urusan materi dan rohani serta mengurus tentang tingkah laku manusia dalam kehidupannya di dunia dan di akhirat.  Bahkan, didalamnya tidak ada pemisahan atau dikotomi antara kehidupan di dunia dan  kehidupan di akhirat nanti. Dan, kedua hal tersebut menyatu dalam satuan yang tunggal secara solid, saling beriringan dan tidak mungkin terpisahkan. Fakta tentang sifat islam ini sangat jelas, sehingga tidak membutuhkan banyak kerja keras untuk menunjukan bukti-bukti. Hal itu telah didukung oleh fakta sejarah yang telah terjadi. Namun, meskipun demikian ada beberapa dari kalangan kaum muslimin itu sendiri yang mengklaim bahwa mereka merupakan pembaru dengan terang-terangan mengingkari fakta ini. Mereka mengklaim bahwa Islam hanya mengatur tentang hubungan manusia dengan Tuhannya (hanya agama).  Dan, mereka berpendapat bahwa “Islam merupakan suatu hal dan politik adalah hal lainnya”.







Untuk melawan pendapat mereka, kita tidak bisa hanya memberikan pendapat dari ulama-ulama Islam sendiri karena mereka tidak akan mempercayainya. Oleh karena itu kita harus mengutip pendapat-pendapat orientalis mengenai masalah ini. Hal ini dilakukan karena para pembaru tidak dapat mengklaim bahwa mereka lebih modern daripada para orientalis tersebut, juga tidak dapat mengklaim bahwa mereka lebih mampu dalam menggunakan metode-metode riset modern serta penggunaan metode-metode ilmiah. Di antara pendapat-pendapat orientalis itu adalah sebagai berikut :

1.      Dr. V. Fitzgerald berkata : “ Islam bukan agama semata namun juga merupakan sebuah sistem politik. Meskipun pada dekade-dekade akhir ada beberapa kalangan dari umat Islam sendiri yang mengklaim sebagai kalangan modernis yang berusaha memisahkan sisi agama dan sisi dunia. Namun, seluruh gugusan pemikiran Islam dibangun atas dasar kedua sisi tersebut saling bergandengan dengan selaras dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
2.      Prof. C. A. Nallino berkata : “ Muhammad (SAW) telah membangun dalam waktu bersamaan agama dan negara. Batas-batas territorial negara yang dibangun terus menerus hingga akhir hayatnya.”
3.      Dr. Schacht berkata : “ Islam lebih dari sekedar agama, Islam juga mencerminkan teori-teori perundang-undangan dan politik. Dalam ungkaapan yang lebih sederhana, ia juga merupakan sebuah peradaban yang lengkap mencakup agama dan negara yang bersamaan.”
4.      Prof. R. Strothmann berkata : “ Islam adalah suatu fenomena agama dan politik karena pembangunannya adalah seorang nabi, yang juga seorang politikus yang bijaksana atau seorang negarawan.”
5.      Prof.  D. B. McDonald berkata : “ Di sini (Madinah) dibangun negara Islam yang pertama dan diletakan prinsip-prinsip utama undang-undang Islam”


Dari pendapat-pendapat para orientalis di atas bahwa jelas Islam merupakan suatu gaya hidup yang sempurna, yang mengatur antara agama dan negara. Serta, jelas di sini bahwa pendapat-pendapat dari beberapa kalangan Islam yang mengklaim bahwa Islam hanya mengatur tentang agama saja salah besar. Hal ini juga pelajaran bagi kita semua untuk kembali melihat sejarah awal mulanya muncul Islam. Dengan begitu kita bisa mengetahui secara jelas bahwa Islam merupakan satu kesatuan yang mengatur antara kehidupan duniawi dan akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar