Cold War
By Muhammad Afrizal
Pendahulan
Review ini ditulis untuk memenuhi tugas
mingguan dari mata pelajaran “Sejarah Dunia” dengan dosen pengampu Puti
Parameswari. Review ini akan membahas seputar Cold War atau Perang
Dingin pasca Perang Dunia Kedua. Penulisan review ini menggunakan referensi
dari buku dan web terkait yang dapat dipercaya. Adapun harapan dan tujuan dari
penulis dalam pembuatan Review ini untuk menambah Ilmu Pengetahuan kita
mengenai Perisitiwa Penting terdahulu serta mempengaruhi tatanan Negara-negara
saat ini.
Pembahasan Cold War kali ini
akan dibagi menjadi beberapa tahap, Yaitu. Pengertian Cold War,
Aktor-Aktor Penting Cold War, Strategi Politik, dan metode perang dalam Cold
War. dan di akhir review ini, penulis akan mengambil kesimpulan dari data
yang telah dipaparkan.
Pengertian
Cold War
Cold War atau Perang Dingin
adalah perang yang terjadi pasca perang Dunia Kedua. Perang Dingin ini
merupakan Proxy war atau perang tidak langsung atau –dapat dikatakan-
perang boneka dimana ada dalang dibalik perang tersebut. Cold War merupakan
peristiwa penting karena pada saat ini penyebaran 2 ideologi besar yang
berlawanan satu sama lain, yaitu. Paham liberal oleh AS (Amerika
Serikat), dan Paham Komunis oleh US (Uni Soviet namun sekarang Rusia).
Dan dua ideologi ini menjadi yang paling banyak di anut oleh negara di dunia
sekarang.
Setelah perngaruh dari Ideologi tersebut, hal itu akan berlanjut
pada pembentukan aliansi atau sekutu. Seperti NATO, PAKMACAWA, CENTO,
SEATO, dan Pasifik Selatan. Pembentukan aliansi ini –di sudut pandang
lain– menciptakan kerja sama dalam bidang Ekonomi, budaya, kemanan, dan
kemiliteran untuk menghindari Hegemoni, Namun juga menciptakan supremasi
kekuasaan negara terkait menjadi lebih ditakuti dan disegani. Cold War menjadi
ajang oleh negara-negara besar untuk memperluas pengaruh dan kekuasaannya
kepada negara lain, hal itu tidak lain adalah bentuk dari Strategi Politik demi
tercapainya Grand Design yang telah direncanakan.
Aktor-Aktor
penting Cold War
Terlepas dari proses terjadinya Cold
war. Pastinya ada pihak penting terkait peristiwa tersebut. Aktor-Aktornya
ialah negara yang membawa 2 paham Ideologi besar, yaitu. AS dan US. AS yang
kala itu menjadi negara superpower pasca perang dunia kedua karena telah
mengakhiri perang dengan menjatuhkah Nuklir di Hiroshima dan Nagasaki Jepang.
AS berhasil menunjukkan diri bahwa AS memiliki Hard Power atau kekuatan
kemiliteran yang kuat dan perllu diperhitungkan. Dan hal itu juga memberikan
peluang bagi AS untuk memperluas kekuasaan atau intervensinya dengan dalih
membentuk kerjasama dan paham liberalnya. US juga sebagai negara terbesar kala
itu memberikan dampak yang kuat dan kian meluas kepada negara-negara non-blok.
Jika AS memberikan pengaruhnya terutama di benua Amerika dan Afrika. Maka US
menggencarkan pahamnya di benua Eropa dan Asia.
Kedua Aktor inilah menjadi mata
tombak atas Cold War. Oleh karena itu, AS dan US menjadi dalang atas Proxy
War. Seperti perang Vietcong di
Vietnam. Dimana Vietnam mulai menganut paham komunis US. AS langsung
menyerang Vietnam untuk menghentikan paham tersebut. Namun, AS kalah dalam
pertempuran karena taktik Gerilya yang diterapkan oleh Vietnam. Dan juga
pembagian negara sekarang merupakan hasil dari pengaruh AS dan US. Seperti
pembagian Korea Utara dan Korea Selatan, dimana Korea Utara dipengaruhi oleh
US, dan Korea Selatan dipengaruhi oleh AS.
Strategi
Politik
Strategi Politik yang digunakan dalam
perang dingin pada masing-masing pihak yaitu dengan mengambil negara-negara
kecil untuk menjadi pendukung kedua belah pihak seperti pembagian negara-negara
kecil yang terjadi pada Vietnam yang menjadi dua kubu ; Vietnam Timur dan
Vietnam Barat yang menganut ideology masing-masing dll. Sehingga dalam
menjalankan peperangan ini tidak ada yang berkutik sedikit pun, berdampak
hingga saat ini dan masih berlangsung.
Metode
Cold War
Metode yang dipakai dalam perang ini
berganti-ganti dengan macam-macam bentuk dan persi. Beberapa cara yaitu : 1). Proxy
War 2). Arms Race 3). Space War . Proxy War merupakan perang
yang dilakukan dengan cara tidak langsung yang membuat negara yang diserang
terdiam membeku, dengan membuat proyek dalam pembuatan nuklir dengan contoh
ketika Kuba membuat ranjau-ranjau nuklir disetiap distric di Kuba yang
mengancam gerakan AS untuk menguasai negara tersebut yang diperkasai oleh
negara Uni Soviet.
Sedangkan Arm Race merupakan
peperangan yang dilakukan dengan cara mempersatukan kekuatan dengan dukungan
penuh oleh negara-negara yang telah terpengaruhi dengan ideology masing-masing
sehingga tak sedikit yang menyadari adanya peperangan dan perpecahan akibat
kedua Negara Adikuasa tersebut.
Yang terakhir yaitu Space War yang
digunakan dengan cara memberikan ancaman sehingga negara lawan terpaku diam
tidak dapat berkutik, dengan berbagai banyak contoh yang ada seperti isu
kontemporer yaitu Korea Utara yang mengancam AS dengan membuat proyek
peluncuran nuklir ke kota New York dan Korea Selatan yang mempersiapkan tentara
dengan jumlah yang banyak diperbatasan Korea Utara dan Korea Selatan, untuk
mempersiapkan diri apabila ada serangan tiba-tiba.
Kesimpulan
Sebuah
perang tidak akan pernah terjadi apabila diantara berbagai pihak menjalani
nasib, ideology, dan kepentingan yang sama. Dapat kita simpulkan bahwa perang
merupakan salah satu cara untuk mempengaruhi negara yang berlainan pendapat
maupun ideology. Yang sebelumnya perang dilakukan dengan cara fisik pada Perang
Dunia Ke-I dan Perang Dunia Ke-II hingga akhirnya dilanjutkan dengan perang
ideology, yang lebih mempunyai pengaruh kepada negara-negara kecil dan
berkembang sehingga tidak dapat dihentikan hingga saat ini dan masih berlanjut,
sebelum apa-apa yang diinginkan tercapai khususnya kedua negara besar yaitu AS
dan US. Dalam peperangan dimana pun dan kapan pun takkan pernah terlepas dari
beberapa metode- metode yaitu : 1). Proxy War 2). Arms Race 3). Space
War .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar