Keikutsertaan Indonesia dalam
Internasional Energy Agency (IEA)
By Muhammad Afrizal[1]
20
November 2015, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said
menyatakan secara resmi Indonesia telah kembali aktif menjadi anggota Organization of the Petroleun Exporting Countries (OPEC).
Indonesia sempat aktif menjadi anggota OPEC kemudian tidak aktif di 2008,
menurut ahli, hal ini terjadi karena status Indonesia sebagai negara pengimpor
minyak dengan tingkat produksi yang terus menurun menyebabkan Indonesia
memiliki perbedaan kepentingan dengan OPEC[2].
Selain itu Indonesia juga resmi bergabung ke dalam International Energy
Agency (IEA) yang merupakan organisasi negara-negara penghasil energi
terbarukan di bawah naungan Organisation for Economic Cooperation and
Development (OECD)[3].
Organisation for Economic Co-operation and
Development (OECD) adalah merupakan sebuah organisasi internasional denga
puluhan negara yang menerima prinsip demokrasi perwakilan dan
ekonomi pasar bebas.
Berikut adalah negara pendiri : Australia, Austria, Belgium, Canada Chile,
Republick Czech ,Denmark, Estonia, Finland, France, Germany, Greece, Hungary,
Iceland, Ireland, Israël, Italy, Japan, Korea, Luxembourg, Mexico, Netherlands,
New Zealand, Norway, Poland, Portugal,
Republik Slovak, Slovenia, Spain, Sweden, Switzerland, Turkey, United
Kingdom, and United States. Setelah itu barulah banyak negara yang ikut
bergabung seperti Jepang, Libya, Korea Selatan, Hunggaria.
Dan kerjasama yang ditawarkan oleh
organisasi ini dalam banyak sektor seperti Ekonomi, Pembangunan, Pemerintahan,
Kelestarian, Kemasyarakatan, Keuangan dan Pembaruan atau Teknologi. Namun,
karena banyaknya negara maju yang ikut-serta dalam organisasi ini membuat
kesenjangan antara negara[4].
Inilah yang membuat Indonesia seharusnya memikirkan baik-baik dalam mengambil
keputusan untuk ikut bergabung karena Indonesia akan menghadapi negara-negara
raksasa dalam bidang Ekonomi khususnya dalam energi.
[1]
Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor, Semester 2 Fakultas Humaniora Prodi
Hubungan Internasional.
[2] “alasan kenapa Indonesia keluar dari OPEC”
dikutop dari < http://jurnal-ekonomi.org/indonesia-keluar-dari-opec-ada-apa/>
[3]
“ Indonesia resmi rujuk kembali dengan OPEC” dikutip dari <http://bisnis.liputan6.com/read/2383889/indonesia-resmi-jadi-anggota-opec-lagi>
[4]
“ Kesenjangan antar anggota OECD” dikutip dari <http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/05/150521_dunia_oecd_jurang>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar