Rabu, 26 Oktober 2016

Keikutsertaan Indonesia dalam Internasional Energy Agency (IEA)

Keikutsertaan Indonesia dalam Internasional Energy Agency (IEA)
By Muhammad Afrizal[1]
            20 November 2015, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan secara resmi Indonesia telah kembali aktif menjadi anggota Organization of the Petroleun Exporting Countries (OPEC). Indonesia sempat aktif menjadi anggota OPEC kemudian tidak aktif di 2008, menurut ahli, hal ini terjadi karena status Indonesia sebagai negara pengimpor minyak dengan tingkat produksi yang terus menurun menyebabkan Indonesia memiliki perbedaan kepentingan dengan OPEC[2]. Selain itu Indonesia juga resmi  bergabung ke dalam International Energy Agency (IEA) yang merupakan organisasi negara-negara penghasil energi terbarukan di bawah naungan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD)[3].
 Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) adalah  merupakan sebuah organisasi internasional denga puluhan negara yang menerima prinsip demokrasi perwakilan dan ekonomi pasar bebas. Berikut adalah negara pendiri : Australia, Austria, Belgium, Canada Chile, Republick Czech ,Denmark, Estonia, Finland, France, Germany, Greece, Hungary, Iceland, Ireland, Israël, Italy, Japan, Korea, Luxembourg, Mexico, Netherlands, New Zealand, Norway, Poland, Portugal,  Republik Slovak, Slovenia, Spain, Sweden, Switzerland, Turkey, United Kingdom, and United States. Setelah itu barulah banyak negara yang ikut bergabung seperti Jepang, Libya, Korea Selatan, Hunggaria.
          Dan kerjasama yang ditawarkan oleh organisasi ini dalam banyak sektor seperti Ekonomi, Pembangunan, Pemerintahan, Kelestarian, Kemasyarakatan, Keuangan dan Pembaruan atau Teknologi. Namun, karena banyaknya negara maju yang ikut-serta dalam organisasi ini membuat kesenjangan antara negara[4]. Inilah yang membuat Indonesia seharusnya memikirkan baik-baik dalam mengambil keputusan untuk ikut bergabung karena Indonesia akan menghadapi negara-negara raksasa dalam bidang Ekonomi khususnya dalam energi.
           



[1] Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor, Semester 2 Fakultas Humaniora Prodi Hubungan Internasional.
[2]  “alasan kenapa Indonesia keluar dari OPEC” dikutop dari < http://jurnal-ekonomi.org/indonesia-keluar-dari-opec-ada-apa/>
[3] “ Indonesia resmi rujuk kembali dengan OPEC” dikutip dari <http://bisnis.liputan6.com/read/2383889/indonesia-resmi-jadi-anggota-opec-lagi>

[4] “ Kesenjangan antar anggota OECD” dikutip dari <http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/05/150521_dunia_oecd_jurang>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar